Nagabumi III #323 Siasat Harimau Perang

Dimuat di jawapos-cerbung Edisi Friday, 22 May 2015
Oleh - Dibaca: 11 kali -


PIKIRANKU sekarang bukan tertuju kepada Harimau Perang karena setidaknya 50 padri pengawal Kaum Muhu dengan kemampuan bertarung tingkat tinggi berada di luar sana, siap menangkap dengan cepat apabila setiap saat petugas rahasia unggul itu memunculkan dirinya. Kematian dua padri Muhu yang mengenaskan, yang satu dengan kepala terpenggal yang lain dengan luka sabetan di dada yang saling bersilang, merupakan dorongan yang lebih dari cukup untuk menjamin perburuan ketat sampai dapat atas bekas kepala kesatuan mata-mata Negeri Atap Langit itu.

Memang masih banyak yang belum terjelaskan dari kedudukan Harimau Perang dalam permainan kekuasaan, dan ketidakjelasan selayaknyalah menggelisahkan, tetapi kini pikiranku terus tertuju kepada Anggrek Putih. Aku masih saja bertanya-tanya apakah memang benar gadis bisu tuli itu tidak menguasai ilmu silat yang terkandung dalam lukisan-lukisannya? Jika tidak, siapakah kiranya yang mungkin menyelundupkan ilmu silat itu ke dalam lukisan-lukisan tersebut, dan terutama bagaimanakah caranya masuk ke dalam kepala Anggrek Putih dan menjadi lukisan?

Semula aku tidak terlalu percaya bahwa Anggrek Putih dapat dikuasai oleh sesuatu di luar dirinya. Bukankah ia yang menahan diri untuk tidak menggambarkan jurus-jurus silat itu dengan seutuhnya supaya tidak dapat dipelajari oleh Harimau Perang yang tidak tampak seperti disukainya. Namun jika memang Harimau Perang yang menjadi masalah, mengapa ia tidak berhenti sepenuhnya saja? Kurasa oleh suatu sebab yang belum dapat kuketahui, memang Anggrek Putih tidak dapat menahan diri untuk terus-menerus melukis, dan oleh suatu sebab yang belum kuketahui maka ada sesuatu yang juga terus-menerus menahannya, agar apa pun yang diungkapkannya tidak hadir secara utuh.

Menarik juga dibaca:   Nagabumi III #254 51: Menyatu dengan Pencerahan

Mungkinkah Harimau Perang yang menekan atau memaksa, bahkan mungkin menyihir telah membuatnya terpaksa melukiskan rangkaian jurus-jurus ilmu silat itu? Siapa pula yang mungkin telah menghalangi pengungkapan Anggrek Putih seutuhnya, sehingga seorang Harimau Perang pun tiada mampu membongkar rahasia ilmu silat di balik lukisan-lukisannya.

Betapapun jika dengan lukisan-lukisan yang dibuat di Kuil Muhu saja diriku dan Panah Wangi telah mendapat keberdayaan dalam ilmu silat yang begitu rupa, tiada dapat kubayangkan betapa kaya perbendaharaan ilmu silat yang telah dialirkan Anggrek Putih sejak ditawan Harimau Perang, bahkan mungkin jauh sebelumnya.

Menarik juga dibaca:   Nagabumi III #83 Para Penyerbu Berselimut Angin

Hsun Tzu berkata:

setiap orang di jalan

memiliki kemampuan

untuk mengetahui

kasih manusia,

kebenaran, ketaatan

kepada hukum

dan kejujuran,

serta kesungguhan

untuk menjalankan

pokok-pokok ini,

itulah bukti

bahwa ia bisa

menjadi

Yu 1) 

Para padri Kaum Muhu mengerjakan tugasnya dengan sangat baik. Dengan berbagai cara dapatlah kami ketahui sekarang bahwa Anggrek Putih memang bukan kekasih Harimau Perang, tetapi juga bukan sepenuhnya seorang tawanan. Demikianlah disebutkan betapa Anggrek Putih sebetulnya adalah putri Yang Mulia Paduka Bayang-Bayang!

Kabar ini semula sangat sulit dipercaya, tetapi para padri Kaum Muhu meyakinkan kami bahwa pemeriksaan dan pengkajian ulang telah berkali-kali dilakukan, dengan hasil yang selalu sama, yakni memang masih tetap anak perempuan Yang Mulia Paduka Bayang-Bayang, yang dengan suatu cara agaknya telah diculik oleh Harimau Perang!

Apa yang sebenarnya terjadi?

”Pengepungan yang dilakukan balatentara Yang Mulia Paduka Bayang-Bayang waktu itu memang membingungkan. Karena ketika kota sudah berada dalam keadaan lemah sekalipun, suatu penyerbuan akhir tidak pernah dilakukan, selain menyelundupkan dan menyusupkan para penjahat kambuhan serta orang-orang golongan hitam,” ujar Panah Wangi.

Menarik juga dibaca:   Nagabumi III #346 70: Pengadilan Harimau Perang

”Mereka rupanya masuk hanya dengan satu tugas, yakni mencari Harimau Perang, yang dalam kenyataannya selama hari-hari itu memang sangat sulit ditemui,” katanya lagi.

”Jadi Harimau Perang dan Yang Mulia Paduka Bayang-Bayang berhadapan sebagai lawan, sejajar dengan Yang Mulia Paduka Bayang-Bayang berhadapan sebagai lawan dengan maharaja Negeri Atap Langit, meski Harimau Perang saat itu adalah bagian dari Negeri Atap Langit.

”Pada saat Harimau Perang dipanggil dan ditugaskan Maharaja Dezong untuk mengatasi, mengimbangi, dan membongkar jaringan Yang Mulia Paduka Bayang-Bayang yang semakin terasakan sebagai ancaman, rupanya tindakan pertamanya adalah menculik Anggrek Putih dari rumahnya di Shannan, yang menjadi lebih mudah karena Yang Mulia Paduka Bayang-Bayang dapat diandaikan tidak pernah bermukim di rumah induk keluarga besar Yan Guifei tersebut.” (bersambung)

1. Fung Yu-lan, A Short History of Chinese Philosophy (1948), h. 145.

TERIMA KASIH Anda telah mengunjungi halaman Nagabumi III #323 Siasat Harimau Perang oleh yang terbit pada Friday, 22 May 2015 di jawapos-cerbung. Jika konten hanya berbentuk gambar, silakan klik pada gambar untuk memperbesar agar teks tulisan bisa jelas terbaca. Anda bisa berkontribusi dengan mengetik ulang konten yang masih berbentuk gambar ke dalam bentuk teks dan kirimkan ke email sastracerpen@gmail.com untuk dimuat disini. Anda bisa juga berdonasi tanpa uang untuk memperpanjang website ini agar terus online dan kontennya terus bertambah dengan mengunjungi iklan partner yang muncul di website ini. Jika ingin meng-copy konten di website ini untuk web/blog, bahan pelajaran, penulisan buku atau karya ilmiah lainnya, kami persilakan dengan syarat menyebutkan www.sastracerpen.com sebagai sumbernya. Terima kasih, selamat membaca dan semoga bermanfaat.
KLIK (X) 2x Untuk Menutup

Selamat Membaca

Nagabumi III #323 Siasat Harimau Perang

×
KLIK (X) 2x Untuk Menutup

Selamat Membaca

Nagabumi III #323 Siasat Harimau Perang

×