Nagabumi III #324 Ilmu Silat Aliran Shannan

Dimuat di jawapos-cerbung Edisi Saturday, 23 May 2015
Oleh - Dibaca: 18 kali -


BERDASARKAN penemuan jaringan padri Kaum Muhu, Panah Wangi dapat membuat perkiraan jauh ke belakang yang kukira untuk sementara dapat diterima, sebelum ditemukan bukti lain yang mengarahkan kepada kenyataan berbeda.

”Mengapa Harimau Perang menculik Anggrek Putih? Aku masih ingat apa yang dikatakan Harimau Perang, ‘Yang Mulia Paduka Bayang-Bayang memiliki Ilmu Pemecah Suara, sehingga Saudaraku dan kita semua tak dapat mengetahui sumber suaranya ketika tuanmu itu berbicara, dan pada saat yang sama juga memiliki Ilmu Pemisah Suara, yakni suaranya bisa berada di suatu tempat sementara tuanmu berada di tempat lain.’

”Dengan kedua ilmu yang bermiripan itu saja, Yang Mulia Paduka Bayang-Bayang sudah dapat merajai sebagian dari dunia persilatan, nyaris tanpa pernah bertarung. Tidak dapat kubayangkan seperti apakah kiranya ilmu silat Yang Mulia Paduka Bayang-Bayang itu, jika segenap jurus silat yang pernah diungkap Anggrek Putih telah dikuasainya pula, dan kukira tentu sudah dikuasainya, sejauh pernah ia lihat dan serap ketika melihatnya itu. ”Yang Mulia Paduka Bayang-Bayang disebutkan tidak pernah bermukim di Shannan karena sejak kecil memang sudah pergi menghindari perburuan orang banyak atas keluarga besar Yan Guifei. Ini berarti nama Ilmu Pemecah Suara dan Ilmu Pemisah Suara itu bisa mengecoh, karena tidak menjelaskan betapa dengan berada di suatu tempat, tetapi pada saat yang sama dapat bicara dan mendengar di tempat lain, sebetulnya apa yang berlaku bagi mulut dan telinganya berlaku pula bagi matanya!”

Menarik juga dibaca:   Nagabumi III #298 Sang Pengadu Domba

”Seperti dewa!”

”Tidak dapat diingkari, bagaikan kesaktian seorang dewa, tetapi yang bukan tidak dapat dipelajari manusia, seperti juga Yang Mulia Paduka Bayang-Bayang telah mempelajari maupun mempergunakannya untuk mempelajari ilmu silat dalam lukisan-lukisan Anggrek Putih dari suatu tempat berbeda. Jika tidak, siapa pula yang dapat menjadi guru bagi Yang Mulia Paduka Bayang-Bayang yang sudah setingkat dewa? Ia hanya dapat mempelajari ilmu silat keluarganya sendiri, Ilmu Silat Aliran Shannan, dengan menengok lukisan-lukisan Anggrek Putih dari jauh.

”Untuk bisa melakukan hal ini Yang Mulia Paduka Bayang-Bayang sebelum meninggalkan Shannan telah mendapatkan bekal Ilmu Pemecah Suara dan Ilmu Pemisah Suara dari Guru Besar Ilmu Silat Aliran Shannan yang juga tidak pernah terlihat ujudnya. Untuk menjaga kerahasiaan, Ilmu Silat Aliran Shannan tidak pernah dituliskan sebagai sebuah kitab, melainkan diendapkan ke dalam kepala seseorang yang pandai melukis. Dalam lukisan ini terkandung sebuah jurus yang tidak diungkapkan secara terbuka, sehingga untuk mengenalinya terdapat cara pembacaan tertentu.

Menarik juga dibaca:   Nagabumi III #128 Hidup dan Mati di Kolam Taiye

”Pada mulanya tentulah bukan Anggrek Putih yang bertugas memperagakan jurus-jurus itu secara tersembunyi, karena pada saat Yang Mulia Paduka Bayang-Bayang meninggalkan kampung halamannya pada tahun 756, untuk menghindari perburuan keluarga besar Yan Guifei, tentunya ia belum dilahirkan. Secara turun-temurun selalu terdapat gadis yang pandai melukis dalam keluarga besar Yan Guifei, dan secara turun-temurun pula selalu mendapat tugas yang sama. Ilmu Silat Aliran Shannan itu sendiri selalu berubah, sehingga selalu ada jurus atau pengembangan jurus baru yang harus selalu dilukiskan kembali.

”Begitulah zaman berganti dan waktu berlalu, sampai Yang Mulia Paduka Bayang-Bayang yang telah membangun jaringan rahasia terbesar di seluruh Negeri Atap Langit berhadapan dengan Harimau Perang yang juga telah membangun jaringan rahasianya sendiri. Dari penyelidikannya itulah Harimau Perang kemudian dapat mengetahui, betapa ketinggian ilmu silat Yang Mulia Paduka Bayang-Bayang yang disebut-sebut menyamai dewa itu, terhubungkan dengan gadis bisu tuli di suatu kampung di Shannan.

Menarik juga dibaca:   Nagabumi III #73 Munculnya Pengemis Bercaping

”Waktu Harimau Perang menculiknya, dengan ilmu tingkat dewa yang membuatnya dapat melihat ke mana-mana, Yang Mulia Paduka Bayang-Bayang sempat menghapus sebagian endapan jurus-jurus ilmu silat di dalam kepala Anggrek Putih, sehingga meski dapat mengetahui rahasia kematangan gerak dari titik menjadi garis, Harimau Perang tidak dapat menemukan kunci untuk memecahkan kebuntuannya. Apalagi sebagai tawanan, meski tiada mampu menunda atau menahan hasrat melukis, Anggrek Putih dapat mengurangi pelukisan jurus-jurus silat yang terdapat dalam endapan kenangannya.”

Aku tahu, di sinilah letak keberuntungan kami. Alih-alih menahan, bersama kami di Kuil Muhu ini Anggrek Putih melukiskan segalanya yang tersisa dari endapan jurus-jurus silat di dalam kepalanya, sehingga kami masih dapat mengenali dan mempelajari Ilmu Silat Aliran Shannan itu…¬†(bersambung)¬†

TERIMA KASIH Anda telah mengunjungi halaman Nagabumi III #324 Ilmu Silat Aliran Shannan oleh yang terbit pada Saturday, 23 May 2015 di jawapos-cerbung. Jika konten hanya berbentuk gambar, silakan klik pada gambar untuk memperbesar agar teks tulisan bisa jelas terbaca. Anda bisa berkontribusi dengan mengetik ulang konten yang masih berbentuk gambar ke dalam bentuk teks dan kirimkan ke email sastracerpen@gmail.com untuk dimuat disini. Anda bisa juga berdonasi tanpa uang untuk memperpanjang website ini agar terus online dan kontennya terus bertambah dengan mengunjungi iklan partner yang muncul di website ini. Jika ingin meng-copy konten di website ini untuk web/blog, bahan pelajaran, penulisan buku atau karya ilmiah lainnya, kami persilakan dengan syarat menyebutkan www.sastracerpen.com sebagai sumbernya. Terima kasih, selamat membaca dan semoga bermanfaat.
KLIK (X) 2x Untuk Menutup

Selamat Membaca

Nagabumi III #324 Ilmu Silat Aliran Shannan

×
KLIK (X) 2x Untuk Menutup

Selamat Membaca

Nagabumi III #324 Ilmu Silat Aliran Shannan

×