Cerpen Anak Surat Terakhir dari Sahabat

Dimuat di analisa-anak Edisi Sunday, 04 September 2016
Oleh - Dibaca: 51 kali -   No comments


Kukuruyuk!! Terdengar suara merdu si ayam jantan yang berusaha membangunkan orang-orang yang tengah terlelap. Rani pun yang mendengar suara itu sontak terbangun. Hari ini hari Minggu. Hari di mana sahabat Rani selalu mengirimkan sebuah surat. Rani pun bangun dengan rasa gembira dan langsung menuju halaman depan rumah. Dengan penuh rasa gembira Rani membuka kotak surat di hadapannya.

“Kosong??!” kata Rani heran.

Dengan wajah yang penuh rasa heran, Rani pun masuk ke dalam rumahnya dan bertanya kepada ibunya, “Bu, apakah Ibu ada mengambil surat di dalam kotak surat?”

“Tidak ada kok, Rani,” jawab ibunya singkat.

Menarik juga dibaca:   Cerpen Anak Guru adalah Segalanya

Rani pun langsung masuk ke dalam kamarnya dengan wajah masih terheran-heran. Hari pun mulai siang. Tampak wajah Rani yang panik dan kebingungan. Melihat surat yang tak kunjung sampai ke tangannya.

“Apa yang terjadi dengan sahabatku ya?” gumam Rani dalam hati.

Sampai senja pun Rani tetap menunggu kehadiran surat dari sahabatnya itu. Hari mulai malam. Matahari berganti bulan. Bintang-bintang bertaburan di langit malam. Rani menatap bintang-bintang yang terpampang di langit malam. Membayangkan wajah sahabatnya yang tak kunjung memberi kabar. Hari mulai larut malam, dan Rani mulai mengantuk. Rani pun berbaring di tempat tidurnya yang empuk.

Menarik juga dibaca:   Cerpen Anak Asal-usul Warna Sayap Kupu-kupu

Keesokan harinya selepas pulang sekolah, Rani langsung menuju ke rumah sahabatnya dengan diantarkan oleh orangtuanya. Sesampainya di sana, betapa terkejutnya Rani setelah melihat bendera merah yang tertancap di depan rumah sahabatnya. Di dalamnya banyak orang-orang yang memanjatkan doa-doa.

“Bu, kalau boleh tahu, yang meninggal siapa ya?” tanya Rani pada seorang ibu.

“Kalau Ibu nggak salah, yang meninggal itu sebaya kamu. Namanya Sari,” jawab ibu itu.

Rani pun langsung menangis setelah ibu itu menyebutkan nama sahabatnya. Dengan sedih Rani masuk ke dalam rumah yang sudah ramai tersebut. Rani menangis di depan tubuh sahabatnya yang sudah terbaring.

Menarik juga dibaca:   Cerpen Anak Pinokio

“Sabar, Nak… sahabat kamu sudah tenang di surga,” kata seorang ibu yang tiba-tiba berada di samping Rani. “Sari sangat bahagia memiliki sahabat seperti kamu. Dia selalu menceritakan kamu di meja makan…”

Ibu Sari pun tampak mengambil selembar surat dari saku bajunya dan memberikannya kepada Rani.

“Ini untukmu, Nak…” kata Ibu Sari. “Ini surat terakhir yang ditulis Sari buat kamu sebelum dia meninggalkan kita semua,” jawab Ibu Sari sedih.

Rani pun membaca surat terakhir itu sambil menangis tersedu-sedu.***

(Penulis adalah siswa kelas VII SMP IT Jabal Noor)

TERIMA KASIH Anda telah mengunjungi halaman Cerpen Anak Surat Terakhir dari Sahabat oleh yang terbit pada Sunday, 04 September 2016 di analisa-anak. Jika konten hanya berbentuk gambar, silakan klik pada gambar untuk memperbesar agar teks tulisan bisa jelas terbaca. Anda bisa berkontribusi dengan mengetik ulang konten yang masih berbentuk gambar ke dalam bentuk teks dan kirimkan ke email [email protected] untuk dimuat disini. Anda bisa juga berdonasi tanpa uang untuk memperpanjang website ini agar terus online dan kontennya terus bertambah dengan mengunjungi iklan partner yang muncul di website ini. Jika ingin meng-copy konten di website ini untuk web/blog, bahan pelajaran, penulisan buku atau karya ilmiah lainnya, kami persilakan dengan syarat menyebutkan www.sastracerpen.com sebagai sumbernya. Terima kasih, selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

KLIK (X) 2x Untuk Menutup

Selamat Membaca

Cerpen Anak Surat Terakhir dari Sahabat

×
KLIK (X) 2x Untuk Menutup

Selamat Membaca

Cerpen Anak Surat Terakhir dari Sahabat

×