Nagabumi III #5 Kesempurnaan dan Kekuasaan

Dimuat di jawapos-cerbung Edisi Tuesday, 06 May 2014
Oleh - Dibaca: 35 kali -


PERISTIWA itu terjadi tahun 786, tulis Pendekar Tanpa Nama dalam riwayat hidupnya, ketika Rakai Panunggalan baru dua tahun naik tahta, dan masih akan 17 tahun lagi berkuasa, ketika mereka yang setia kepada Rakai Panangkaran dalam masa kekuasaan 38 tahun sebelumnya memilih untuk tak tunduk dan tak takluk, meski tidak tercatat adanya perang dan pertentangan dalam pergantian kekuasaan itu.

Namun wilayah Mataram seperti kembali menjadi terbuka, tempat penguasa-penguasa di wilayah yang jauh dari kotaraja Mantyasih dapat mempertimbangkan kembali hubungan mereka dengan pusat kekuasaan. Suatu keadaan yang memisahkan wilayah-wilayah peradaban dalam perlindungan kerajaan, dengan wilayah tak bertuan tempat kekuasaan dengan segala cara mendapat perlawanan.

Demikian pula keadaan yang berlaku dalam dunia persilatan. Salah satu dari Pahoman Sembilan Naga, yakni Naga Hitam, demi kehendaknya untuk mencapai tempat mana pun yang memungkinkan dirinya berkuasa, telah mengembangkan suatu persekongkolan. Antara lain disebut-sebut bahwa Naga Hitam telah menggunakan jasa guhyasamayamitra atau perkumpulan rahasia, baik itu Cakrawarti yang jaringan rahasianya tertanam dari pemukiman paria sampai istana, maupun kelompok penyusup Kalapasa atau Jerat Maut yang akan bekerja untuk siapa pun yang mampu membayarnya.

Menarik juga dibaca:   Nagabumi III #141 Para Pembelot di Pihak Lawan

Dengan ilmu silat tingkat naga, yang telah membuatnya mendapat wibawa naga, Naga Hitam tidak mendapat pembenaran untuk terlibat dalam perebutan kekuasaan. Namun, meski Ilmu Pedang Naga Hitam yang dikuasai dan diajarkan kepada banyak muridnya belum tercatat dapat dikalahkan, sebenarnyalah Naga Hitam belum membuktikan dirinya paham dengan seluk beluk permainan kekuasaan. Terutama permainan kekuasaan di istana kerajaan yang penuh dengan jaringan rumit muslihat tak teruraikan.

Di antara para penggenggam ilmu silat tingkat naga, hanya Naga Hitam yang mempunyai banyak murid, karena memang mendirikan Perguruan Naga Hitam, dan murid-muridnya itu termasuk ke dalam golongan hitam, karena mereka semua tidak memerlihatkan sikap kependekaran. Jika seorang pendekar dengan segala kelebihan ilmunya terwajibkan membela yang lemah dan tidak berdaya, maka murid-murid Naga Hitam justru menindas mereka yang lemah dan tidak berdaya itu.

Demikianlah disebutkan dalam golongan para pengampu silat, terdapatlah yang disebut golongan putih, golongan hitam, dan golongan merdeka. Akan halnya golongan putih dan golongan hitam, keberhadapan dan keberpihakannya kepada golongan masing-masing sudah jelas – bahkan golongan putih masih sangat berpihak kepada golongan putih sendiri, ketika seseorang yang dianggap berasal dari golongan putih melakukan tindakan seperti yang dilakukan golongan hitam.

Menarik juga dibaca:   Nagabumi III #30 Kota 108 Petak Bertembok

Para pendekar golongan merdeka adalah golongan yang paling sulit dirumuskan sebagai golongan, karena para pendekar golongan ini sangat berbeda-beda sikap dan perilakunya. Sejauh yang bisa diketahui dalam perbincangan di kedai-kedai tentang dunia persilatan, maka para pendekar golongan merdeka memperlakukan ilmu silat sebagai jalan untuk mencapai kesempurnaan hidup. Suatu jalan yang hanya bisa ditempuh dari pertarungan demi pertarungan sampai mereka sendiri tewas dalam pertarungan.

Kemenangan dalam pertarungan adalah kesempurnaan dalam ilmu persilatan, tetapi hanya dengan mengalami kematian seorang pendekar akan mencapai puncak kesempurnaan dalam hidupnya. Maka dalam ilmu silat sebagai jalan mencapai kesempurnaan hidup, seorang pendekar justru akan mencari lawan yang bisa mengalahkannya, yang sangat mungkin akan menewaskannya, sehingga dirinya bisa mencapai puncak kesempurnaan itu.

Menarik juga dibaca:   Nagabumi III #63 Jaringan di Dalam Jaringan

Naga Hitam semula dikenal sebagai pendekar golongan merdeka, yang menempur para pendekar golongan putih maupun para kuhaka berilmu tinggi dari golongan hitam, demi kesempurnaan ilmu silatnya ataupun memburu kesempurnaan hidup itu sendiri. Namun kenyataan betapa dirinya tak pernah terkalahkan telah membuainya dengan rasa kuasa, yang kemudian bukan sekadar membuat Naga Hitam merasa nyaman untuk memelihara rasa kuasa itu, tetapi bahkan juga memupuk dan menyuburkannya.

Dengan Perguruan Naga Hitam yang didirikannya, dan hubungan yang dibinanya dengan jaringan rahasia Cakrawarti dan perkumpulan rahasia Kalapasa, secara keseluruhan jaringan yang dikuasainya membuat nama Naga Hitam sangat menakutkan.

Setiap gejala yang mengganggu keseimbangan dan ketenangan dunia persilatan biasanya diatasi oleh Pahoman Sembilan Naga, tetapi belum pernah terjadi sebelumnya keterlibatan dalam permainan kekuasaan yang ditabukan para pendekar itu dilakukan salah seorang dari Pahoman Sembilan Naga sendiri.

Dalam hal ini tenggang rasa adalah sumber malapetaka. Namun bentrokan antar pendekar tingkat naga hanya akan membuat dunia persilatan menjadi liar tanpa kendali wibawa. Simalakama! (bersambung) 

TERIMA KASIH Anda telah mengunjungi halaman Nagabumi III #5 Kesempurnaan dan Kekuasaan oleh yang terbit pada Tuesday, 06 May 2014 di jawapos-cerbung. Jika konten hanya berbentuk gambar, silakan klik pada gambar untuk memperbesar agar teks tulisan bisa jelas terbaca. Anda bisa berkontribusi dengan mengetik ulang konten yang masih berbentuk gambar ke dalam bentuk teks dan kirimkan ke email [email protected] untuk dimuat disini. Anda bisa juga berdonasi tanpa uang untuk memperpanjang website ini agar terus online dan kontennya terus bertambah dengan mengunjungi iklan partner yang muncul di website ini. Jika ingin meng-copy konten di website ini untuk web/blog, bahan pelajaran, penulisan buku atau karya ilmiah lainnya, kami persilakan dengan syarat menyebutkan www.sastracerpen.com sebagai sumbernya. Terima kasih, selamat membaca dan semoga bermanfaat.
KLIK (X) 2x Untuk Menutup

Selamat Membaca

Nagabumi III #5 Kesempurnaan dan Kekuasaan

×
KLIK (X) 2x Untuk Menutup

Selamat Membaca

Nagabumi III #5 Kesempurnaan dan Kekuasaan

×